Filsafat Pendidikan

Jum'at, 30 Oktober 2020

Filsafat Pendidikan

Ideologi dalam pendidikan dapat diartikan sebagai seperangkat aturan yang diyakini dan dijadikan landasan bagi pendidikan dalam rangka mencapai tujuan. Beberapa idelogi dalam pendidikan, yaitu ideologi pendidikan radikal (radical), secara umum radikal dapat kita pahami sebagai satu gerakan sosial yang mengarah pada hal-hal yang negatif. Radikal dapat muncul dari berbagai elemen dalam pendidikan yaitu dapat muncul dari guru kepada siswa, dari siswa kepada guru, dan dari orang tua atau masyarakat kepada elemen-elemen yang ada di dalam pendidikan. Salah satu contoh kasus dari bentuk radikalisme yaitu di Magelang siswa sekolah dasar (SD) ditempeleng gurunya masalahnya hanya karena siswa menyela pembicaraan guru yang sedang memberi pengumuman acara pertunjukkan sulap. (Muchith, 2016). Namun, dalam pendidikan radikalisme tidak semua berupa kejadian-kejadian kekerasan, bisa juga dalam bentuk ucapan dan sikap. Radikalisme dapat uncul kapan saja, dari mana saja dan dilakukan oleh siapa saja. Oleh karena itu, radikalisme perlu disikapi secara komprehensif.

Ideoleogi pendidikan konservatif (conservative) merupakan paham ideologi yang tradisional atau dikenal dengan istilah sebagai teacher centerd. Proses pembelajaran hanya berpusat pada guru (teacher centered). Model pembelajaran dan metode pembelajaran yang digunakan juga tradisional. Contohnya seperti metode pembelajaran ceramah, peragaan, dan sebagainya. Hal tersebut dapat membuat siswa menjadi tidak aktif dalam mengikuti proses pembelajaran. Ideologi pendidikan liberal (liberal) merupakan suatu keyakinan bahwa pendidikan yang baik adalah yang dapat melatih siswa untuk berpikir secara objektif dan kritis. Ideologi pendidikan liberal bertujuan untuk melestarikan dan memperbaiki tatanan sosial yang ada, dengan cara membelajarkan setiap siswa sebagaimana caranya menghadapi persoalan-persoalan dalam kehidupannya sendiri secara efektif (Soeharto, 2010).

Ideologi pendidikan humanis (humanist) yaitu ideologi pendidikan humanis hampir sama dengan ideologi pendidikan liberal, akan tetapi pada ideologi pendidikan liberal terdapat pendampingan oleh guru, tujuannya membimbing dan mendampingi siswa agar lebih terarah dan memperoleh tujuan pembelajaran. Ideologi pendidikan progresif (progressive). Progresivisme merupakan aliran filsafat pendidikan modern yang menghendaki adanya perubahan pelaksanaan pendidikan menjadi lebih maju. Aliran progresivisme ini mengutamakan penyelenggaraan pendidikan di sekolah berpusat pada siswa dan menjadikan guru hanya sebatas sebagai fasilitator, pembimbing, dan pengarah bagi siswa. Ideologi pendidikan sosialis (socialist) mengarahkan pendidikan sebagai wujud kebebasan individu yang menghapuskan dominasi guru yang memegang kendali pendidikan. Tujuan yang hendak dicapai adalah pembentukan sistem pendidikan yang humanis berkeadilan serta pembelajaran yang lebih terbuka antara guru dan siswa (Wiryateja 2020). Demokrasi pendidikan merupakan cara pandangan hidup yang mengutamakan persamaan hak dan pemenuhan kewajiban serta perlakuan yang sesuai Pancasila didalam proses pendidikan antara guru dan siswa, serta tenaga pendidikan.

Berdasarkan ideologi pendidikan yang sudah dipaparkan yaitu meliputi idelogi pendidikan radikal, konservatif, liberal, humanis, progresif, sosialis dan demokrasi ideologi pendidikan yang cocok untuk diterapkan di Indonesia yaitu ideologi pendidikan humanis dan demokrasi. Menurut saya ideologi pendidikan humanis sudah diterapkan di Indonesia yaitu dengan adanya kurikulum 13. Dalam kurikulum 13 peserta didik dituntut untuk aktif dalam proses pembelajaran (student centered). Guru hanya berfungsi sebagai fasilitator dan sebagai pendamping bagi siswa. Kemudian ideologi pendidikan demokrasi menurut saya juga tepat karena mengingat Indonesia adalah negara yang demokrasi, maka setiap anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang adil dan setiap siswa mendapat hak yang sama dimata guru. Selain itu, pengelolaan pendidikan yang demokratis tidak memandang perbedaan suku, bangsa, agama, maupun ras. Juga tidak membedakan antara yang kaya dengan yang miskin, karena setiap anak bangsa berhak mendapatkan pendidikan yang sama.

Nature of education atau sifat dari pendidikan. Ilmu pendidikan sebagai suatu ilmu juga memiliki beberapa sifat diantaranya ilmu pendidikan bersifat wajib (obligation), melestarikan (preserving), mengeksploitasi (exploiting), mengubah (transforming), membebaskan (liberating), kebutuhan (needs), demokrasi (democracy). Ilmu pendidikan bersifat wajib (obligation) tercantum dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) adalah program pendidikan minimal yang wajib diikuti oleh warga negara Indonesia atas tanggung jawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ilmu pendidikan bersifat mengubah (transforming) yaitu suatu proses tidak tahu atau belum tahu menjadi tahu dan paham. Mengubah disini dapat diartikan yang sebelumnya kurang baik dapat menjadi lebih baik.

Ilmu pendidikan bersifat membebaskan (liberating) maksudnya pendidikan yang membebaskan adalah pendidikan yang diberikan kepada anak didik sesuai dengan perkembangan dan potensi yang dimiliki oleh anak didik agar tumbuh berkembang menjadi manusia yang merdeka. Ilmu pendidikan bersifat kebutuhan (needs) maksudnya pendidikan merupakan salah satu kebutuhan bagi setiap manusia. Dalam hidupn kita sebagai manusia menunjukkan bahwa kita membutuhkan suatu proses belajar yang memungkinkan untuk menyatakan eksistensi secara utuh dan seimbang. Kita tidak dirancang untuk dapat hidup secara langsung tanpa proses belajar terlebih dahulu untuk memahami jati dirinya dan menjadi dirinya. Dalam proses belajar itu kita saling tergantung dengan orang lain. Proses belajar dimulai dengan orang terdekatnya. yang selanjutnya proses belajar itulah yang menjadi basis pendidikan (Ahmad et al., 2015).

Sifat pendidikan yang paling menguntungkan dalam proses pembelajaran yaitu ilmu bersifat membebaskan (liberating) dan ilmu bersifat kebutuhan (needs). Seperti yang sudah dipaparkan diatas, setiap individu membutuhkan pendidikan baik pendidikan formal ataupun nonformal. Siswa membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan dibutuhkan untuk membentuk karakter siswa, dengan adanya sifat pendidikan yang dibutuhkan kemudian setelah didapatkan, pendidikan itu akan dapat mengubah siswa menjadi manusia yang lebih baik dari sebelumnya. Pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran dan/atau cara lain yang dikenal dan diakui oleh masyarakat.

Pengetahuan merupakan hasil tahu dari seseorang, pengetahuan terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap objek tertentu. Penginderaan terjadi melalui panca indera yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Akan tetapi, sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran (telinga) dan indera penglihatan (mata). Pengetahuan awal merupakan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dibawa oleh siswa dalam proses pembelajaran. Gagasan atau ide siswa merupakan pengetahuan pribadi yang dibangun melalui proses informal dalam proses pengalaman sehari-hari. Jadi, dapat dinyatakan pengetahuan awal merupakan pengetahuan yang dibangun oleh siswa sebelum proses pembelajaran. Implikasi pengetahuan dalam mata pelajaran yang paling menguntungkan pada praktik mengajar menurut saya yaitu proses berpikir (process of thinking).  Dengan proses berpikir siswa akan melibatkan kerja otak perasaan dan kehendak yang dapat dilihat melalui pembelajaran yang berfokus pada aktivitas siswa, baik itu aktivitas visual, audio, kinestetik, maupun verbal. Kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skill) merupakan proses berpikir yang tidak sekedar menghafal dan menyampaikan kembali informasi yang telah di ketahui. Kemampuan berpikir tingkat tinggi juga merupakan kemampuan seseorang dalam menghubungkan, memanipulasi, dan mentransformasi pengetahuan serta pengalaman yang sudah dimiliki untuk berpikir secara kritis dan kreatif dalam menetukan upaya keputusan dan memecahkan masalah pada situasi yang sedang dihadapi. Secara umum, terdapat beberapa aspek yang menunjukkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang dimiliki oleh seseorang yaitu kemampuan berpikir kritis, berpikir kreatif, serta memecahkan masalah.

Aktivitas siswa selama proses belajar mengajar merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Pembelajaran yang efektif merupakan pembelajaran yang memberi kesempatan melakukan aktivitas sendiri. Proses pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas merupakan aktivitas mentransformasikan pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Aktivitas belajar merupakan kegiatan yang dilakukan oleh siswa di dalam proses pembelajaran. Aktivitas belajar dapat terwujud apabila siswa terlibat secara aktif saat proses belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan baik fisik maupun maupun mental yang dilakukan oleh siswa untuk membangun pengetahuan dan keterampilan dalam kegiatan pembelajaran. Aktivitas dalam kegiatan pembelajaran di kelas meliputi mencari pola dan hubungan (search for pattern and relation), pemecahan masalah (problems solving), penelitian (investigation/research), komunikasi (communication).

Implikasinya pada aktivitas mengajar yang paling menguntungkan yaitu pemecahan masalah (problems solving). Kemampuan memecahkan masalah dipandang perlu dimiliki siswa, terutama siswa SMA, karena kemampuan-kemampuan ini dapat membantu siswa membuat keputusan yang tepat, cermat, sistematis, logis dan mempertimbangkan berbagai sudut pandang. Perlunya siswa SMA mempunyai kemampuan mememecahan masalah. Misalnya pada matapelajaran biologi dikembangkan melalui kemampuan berpikir analitis, induktif, dan deduktif untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan peristiwa alam sekitar. Penyelesaian masalah yang bersifat kualitatif dan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pemahaman dalam bidang matematika, fisika, kimia, dan pengetahuan pendukung lainnya. Dalam pandangan pemikir pendidikan internasionalpun, memecahkan masalah itu dipandang urgen bagi para lulusan SMA pada abad pengetahuan (abad ke-21). Kemampuan memecahkan masalah sebagai bagian dari tujuh  jenis keterampilan yang dituntut untuk dijadikan student’s learning outcome di sekolah-sekolah lanjutan, pada abad pengetahuan.

Moral adalah perilaku individu atau kelompok berdasarkan norma-norma yang berlaku, baik norma sosial, norma hukum maupun norma agama yaitu hal-hal yang boleh dan hal-hal yang tidak boleh dilakukan. Moral yang baik yaitu perilaku individu atau kelompok sesuai dengan norma-norma yang berlaku, baik norma sosial, norma hukum maupun norma agama sekaligus sesuai dengan etika. Moral dalam mata pelajaran meliputi baik vs buruk (good vs bad), pragmatism, hierarkhies paternalistics, humani-ty, keadilan dan kebebasan (justice, freedom). Implikasi moral dalam mata pelajaran yang paling menguntungkan pada praktik mengajar yaitu baik vs buruk. Nilai moral baik adalah nilai yang dikaitkan dengan kesesuaian antara harapan dan tujuan hidup. Sangat nyata, mana yang salah dan yang baik. Contohnya saja dengan monolong sesame teman yang membutuhkan bantuan. Dengan menggunakan kedua istilah tersebut seorang guru dapat dipahami kondisi atau nilai sikap dari siswanya di kelas.

Implikasi nilai dalam mata pelajaran yang paling menguntungkan pada praktik mengajar yaitu niali intrinsik. Nilai intrinsik sebagai nilai yang timbul dari dalam diri siswa sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri. Dapat disimpulkan, nilai intrinsik adalah yang muncul dari dalam diri seseorang tanpa memerlukan rangsangan dari luar.

Sifat siswa di dalam kelas itu berbeda-beda baik saat belajar maupun diluar jam belajar juga berbeda-beda. Sifat siswa yang berbeda-beda tersebut diantaranya ada empty vessel, character building, creativity, growing like a seed constructing. Empty vessel biasanya sering digunakan untuk mengistilahkan seorang siswa yang banyak bicara akan teatpi pelaksanaannya tidak optimal bahkan tidak melakukan apa-apa. Selanjutnya, character building atau pembentukan karakter ini bertujuan membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku siswa. Biasanya pendidikan karakter merupakan usaha sadar yang dilakukan oleh seorang guru untuk membentuk siswa menjadi pribadi yang berakhlak karimah. Creativity antara siswa satu dengan siswa yang lainnya berebeda.Implikasi sifat siswa yang paling menguntungkan pada praktik mengajar menurut saya yaitu kreativitas. Siswa yang memiliki kreativitas yang tinggi akan senang mencari pengalaman baru, memiliki keasyikan dalam mengerjakan tugas-tugas yang sulit, memiliki inisiatif, memiliki ketekunan yang tinggi, cenderung kritis terhadap orang lain, berani menyatakan pendapat dan keyakinannya, selalu ingin tahu, peka atau perasa, enerjik dan ulet, menyukai tugas-tugas yang mejemuk, percaya kepada diri sendiri, mempunyai rasa humor, memiliki rasa keindahan, berwawasan masa depan dan penuh imajinasi. Namun, kreativitas antara satu siswa dengan siswa lainnya berbeda tugas guru adalah membimbing dengan lebih siswa yang memiliki tingkat kreativitas yang rendah agar sama dengan temannya yang memiliki kreativitas tinggi.

Kemampuan siswa merupakan karakteristik yang menonjol dari seorang siswa. Kemampuan yang terlihat menonjol tersebut meliputi bakat yang diberikan, usaha, perlu, kompetensi, budaya dan kontekstual. Bakat biasanya sesuatu yang diberikan oleh Tuhan akan tetapi bakat ini dapat dilatih. Maksudnya jika seorang siswa terlahir dengan bakat khusus jika bakat tersebut terus menerus dididik dan dilatih maka bakat tersebut akan berkembang secara optimal. Usaha, seorang siswa yang belum terlihat bakatnya namun dengan adanya usaha ini bakat tersebut akan tumbuh dengan sendirinya. Biasanya usaha timbul dipengaruhi oleh adanya motivasi. Berbeda lagi dengan kompetensi, yaitu karakteristik yang mendasar dari seorang siswa. Budaya belajar didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan dalam melaksanakan tugas belajar yang dilakukan. Implikasi sifat-sifat kemampuan siswa yang paling menguntungkan pada praktik mengajar yaitu usaha dan kompetensi. Usaha yang diberikan siswa dalam proses belajar dipengaruhi oleh motivasi dari diri siswa sendiri dan lingkungan sekitarnya. Seorang siswa harus mempunyai usaha yang tinggi terhadap proses belajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal. Selian itu, kompetensi yang dimiliki siswa juga harus mulai diasah agar siswa tahu apa kompetensi yang dimilikinya. Karena pada dasarnya setiap anak memiliki kompetensi yang berbeda-beda.

Tujuan dalam pembelajaran sangat penting dalam proses belajar mengajar. Tujuan pembelajaran merupakan arah yang ingin dituju dalam proses pembelajaran. Tujuan dalam mata pelajaran meliputi: back to the basics yaitu pengurangan beberapa topic dan lebih menekankan kepada yang praktis saja daripada lebih menekankan pada pengertian dan pemecahan masalah; transfer for knowledge yaitu berbagi pengetahuan dari sumber pengetahuan (guru) ke penerima (siswa); creativity yaitu menciptakan tujuan pembelajaran yang baru.  Implikasi tujuan dalam mata pelajaran yang paling menguntungkan pada praktik mengajar yaitu transfer pengetahuan. Transfer pengetahuan merupakan salah satu konsep dalam bidang pendidikan yang digunakan guru untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada siswa. Transfer pengetahuan pada seseorang memiliki makana sebagai sebuah proses duplikasi pengetahuan dari sumber pengetahuan ke penerima, sumber pengetahuan disini bisa dari guru dan penerimanya yaitu siswa. Dengan transfer pengetahuan yang dilakukan secara maksimal akan mencapai tujuan dalam proses pembelajaran yang diinginkan.

Sifat pembelajaran yang paling menguntungkan pada praktik mengajar yaitu eksplorasi. Dengan eksplorasi guru dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencari dan menemukan berbagai informasi, memecahkan masalah dan inovasi. Melalui siklus eksplorasi, siswa diharapkan dapat membangun pengetahuannya sendiri melalui stimulus-stimulus yang diberikan oleh guru. Pada kegiatan eksplorasi, proses pembelajaran tidak hanya berfokus pada apa yang siswa temukan, namun sampai pada bagaimana mereka mengeksplorasi pengetahuan tersebut. Informasi tidak hanya disusun oleh guru akan tetapi perlu ada keterlibatan siswa untuk memperluas, memperdalam, atau menyusun informasi atas inisiatif siswa sendiri. Contoh dalam kegiatan eksplorasi guru antara lain: 1) memberikan stimulus berupa pemberian materi oleh guru mengenai cara membaca puisi dengan lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat; 2) mendiskusikan materi bersama siswa (Buku: Bahan Ajar bahasa Indonesia), cara membaca puisi dengan lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat; 3) memberikan kesempatan pada siswa mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan mengenai cara membaca puisi dengan lafal, intonasi dan ekspresi yang tepat; 4) melibatkan siswa dalam membahas.

Sifat pengajaran meliputi: transfer belajar yaitu pemindahan hasil belajar yang diperoleh dari dari bidang studi yang satu ke bidang studi yang lain atau ke kehidupan sehari-hari di luar lingkup pendidikan sekolah; motivasi eksternal yaitu motivasi yang muncul dari luar individu; motivasi internal yaitu motivasi dari dalam diri individu; diskusi yakni dalam pembelajaran guru berperan sebagai pemimpin diskusi, atau guru dapat mendelegasikan tugas sebagai pemimpin itu kepada siswa, walaupun demikian guru masih harus mengawasi pelaksanaan diskusi yang dipimpin oleh siswa. Implikasi sifat pengajaran yang paling menguntungkan pada praktik mengajar yaitu motivasi internal dan diskusi. Motivasi internal dalam belajar siswa menjadi salah satu faktor tercapainya tujuan dalam pengajaran. Hal ini dapat dibuktikan dengan ketercapaian siswa dalam pembelajaran, seperti melalui tes dan evaluasi. Mengetahui motivasi dalam diri siswa diperlukan karena dari beberapa indikator yang muncul apabila terdapat yang kurang sesuai dan hal itu berpengaruh terhadap hasil atau ketercapaian belajar siswa. Diskusi menurut saya juga tepat dalam pengajaran karena menjadikan siswa secara aktif untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan.

Terdapat berbagai macam model pengajaran diantaranya: expository, merupakan model pembelajaran yang digunakan untuk menyampaikan keterangan terlebih dahulu berupa definisi, prinsip dan konsep materi pelajaran; problem solving, merupakan proses penyelesaian suatu permasalahan atau kejadian, upaya pemilihan salah satu dari beberapa alternatif atau option yang mendekati kebenaran dari suatu tujuan tertentu; menghafal sebuah kemampuan dalam mengingat data yang tersimpan di dalam memori manusia; drill merupakan suatu cara mengajar dengan memberikan latihan-latihan terhadap apa yang telah dipelajari siswa sehingga memperoleh suatu keterampilan tertentu; diskusi merupakan interkasi antara siswa dan siswa atau siswa dengan guru untuk menganalisis, memecahkan masalah, menggali atau memperdebatkan topik atau permasalahan tertentu.

Implikasi model pengajaran mata pelajaran yang paling menguntungkan pada praktik mengajar saya yaitu pemecahan masalah dan diskusi. Pada pemecahan masalah (problem solving), siswa akan diminta menyelesaikan suatu permasalahan atau kejadian, mengupayakan dalam pemilihan salah satu dari beberapa alternatif atau option yang mendekati kebenaran dari suatu tujuan tertentu. Siswa juga dituntut untuk lebih aktif, diantaranya dengan pemecahan masalah ini siswa akan menemukan sebuah masalah, mengumpulkan keterangan atau data, memformulasikan atau pemecahan maslaah yang mungkin, mengevaluasi hipotesis, pembuatan eksperimen dan kesimpulan. Selanjutnya teori pengajaran dengan diskusi, ini sama halnya dengan pemecaham masalah, seorang siswa akan dihadapkan pada suatu permasalahan. Dimana siswa akan bertukar pengalamannya untuk menentukan keputusan secara bersama-sama. Dengan diskusi guru memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok) siswa untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatif pemecahan atas suatu masalah.

Media pembelajaran merupakan salah satu cara atau alat bantu yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar, media pembelajaran yang digunakan guru ada berbagai macam diantaranya: 1) papan tulis merupakan salah satu media pembelajaran tradisional yang paling sering digunakan dalam pengajaran. Karena untuk mata pelajaran tertentu penggunaan media papan tulis sangat diperlukan; 2) alat peraga merupakan segala sesuatu yang digunakan oleh seorang guru untuk membantu mengajarkan suatu pelajaran atau membuatnya lebih menarik bagi siswa; 3) alat bantu visual merupakan alat bantu pengajaran yang digunakan di kelas untuk mendorong proses belajar mengajar; 4) lingkungan sekitar sebagai sumber belajar, maka diharapkan dapat membantu dalam peningkatan mutu pembelajaran siswa dalam proses pembelajaran; 5) Lingkungan sosial sebagai sumber belajar berkenaan dengan interaksi manusia dengan kehidupan bermasyarakat, seperti organisasi sosial, adat dan kebiasaan, mata pencaharian, kebudayaan, pendidikan, kependudukan, struktur pemerintahan, agama dan sistem nilai. Implikasi sifat sumber belajar mengajar yang paling menguntungkan pada praktik mengajar yaitu alat peraga dan lingkungan. Dengan alat peraga  tentunya siswa lebih mudah untuk memahami materi yang disampaikan oleh guru apalagi dalam mata pelajaran biologi. Misalnya materi sistem gerak manusia seorang guru dapat membuat alat peraga berupa tangan manusia yang dibuat dari kardus atau kertas karton kemudian dapat ditambahkan balon sebagai menggambarkan otot bisep dan trisep. Selain itu, lingkungan sekitar juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar dalam mata pelajaran biologi. Dimana terdapat interaksi antara faktor biotik (hidup) dan faktor abiotik (tak hidup) yang dapat digunakan guru biologi menyampaikan materi ciri-ciri makhluk hidup melalui lingkungan sekitar langsung.

Penilaian merupakan pengumpulan bukti-bukti tentang pencepaian belajar. Seorang guru dapat melakukan penilaian belajar dengan penilaian portofolio guru dapat memilih tipe portofolio sesuai dengan karakteristik kompetensi dasar dan konteks pelajaran. Portofolio sebagai sebagai alat yang digunakan untuk memvalidasi akuisisi terutama yang diakusisi oleh para siswa. Portofolio merupakan kumpulan hasil kerja siswa. Hasil dari kerja tersebut sering disebut artefak. Artefak-artefak dihasilkan dari pengalaman belajar atau proses pembelajaran siswa. Dengan melihat portofolionya siswa dapat mengetahui kemampuannya. Dokumen portofolio dapat menumbuhkan rasa bangga bagi siswa sehingga dapat mendorong siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik.

Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang terjalin erat karena sistem tertentu, tradisi tertentu, tradisi tertentu, konservasi dan hukum tertentu. Implikasi sifat masyarakat yang menguntungkan menurut saya yaitu monokultur. Monokultur diartikan sebagai masyarakat yang memiliki kebudayaan tunggal. Indonesia memiliki lebih dari 17.000 pulau, sehingga memiliki beragam suku, budaya, ras dan adat istiadat akan tetapi dalam konteks kenegaraan Indonesisa memiliki cita-cita mewujudkan negara monokultur melalui falsafah bhineka tunggal ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga. Akan tetapi, dari banyak negara di dunia ini, jumlah negara yang bersifat monokultur sangat sedikit jumlahnya. Misalnya China meski tegolong multietnik namun dalam kehidupan sehari-hari, secara eksternal terlihat satu. Terlebih bila warga Republik Rakyat China keluar dari wilayahnya, mereka tetap akan mempertahankan identitasnya sebagai orang China yang selalu terikat dengan tanah asalnya.

Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang strategis, karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum. Begitu pentingnya kurikulum sebagaimana sentra kegiatan pendidikan, maka didalam penyusunannya memerlukan landasan atau fondasi yang kuat, melalui pemikiran dan penelitian secara mendalam dan pada dasarnya kurikulum merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponenKomponen-komponen kurikulum suatu lembaga pendidikan dapat diidentifikasi dengan cara mengkaji buku kurikulum lembaga pendidikan itu. Dari buku kurikulum tersebut kita dapat mengetahui fungsi suatu komponen kurikulum terhadap komponen-komponen kurikulum yang lain.

Implikasi sifat kurikulum yang menguntungkan pada praktik mengajar yaitu competent-based curriculum, interactive curriculum, dan ICT based curriculum. Competent-based curriculum merupakan kurikulum yang menekankan pada pemahaman, kemampuan, atau kompetensi tertentu di sekolah. Sehingga siswa berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian, sebagai perkembangan terhadap potensi-potensi yang dimiliki sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan. Kurikulum berbasis kompetensi ini memberikan keleluasaan pada lembaga sekolah untuk menyusun dan mengembangkan silabus mata pelajaran sehingga dapat mengakomodasi potensi sekolah, kebutuhan dan kemampuan siswa, serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah. Dengan begitu sekolah diharapkan mampu melakukan proses pembelajaran yang efektif dan mencapai tujuan yang diharapkan. Selain itu, materi yang diajarkan relevan dengan kebutuhan siswa. ICT based curriculum yaitu dengan penggunaan alat dan media pembelajaran yang bersatu dengan program pengajaran, namun kelemahannya yaitu alat dan media pembelajaran yang dibuat membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Implikasi sifat siswa dalam belajar yang menguntungkan pada praktik mengajar  yaitu motivasi dan kesiapan. Motivasi sangat penting, sebab dengan motivasi mendorong semangat belajar dan sebaliknya kurang adanya motivasi akan melemahkan semangat belajar. Motivasi merupakan syarat mutlak dalam belajar, seorang siswa yang belajar tanpa motivasi  tidak akan berhasil dengan maksimal. Karena, motivasi memegang peranan yang penting dalam belajar. Dalam implikasinya pada dunia pendidikan, siswa yang lapar tidak akan termotivasi secara penuh untuk belajar. Contohnya seorang siswa yang merasa terancam atau dikucilkan baik dari siswa lain atau gurunya, maka ia tidak akan termotivasi dengan baik dalam belajar. Jenis motivasi belajar ada dua motivasi intrinsik (dari dalam diri) dan motivasi ekstrinsik yang timbul akibat adanya pengaruh dari luar individu. Selain itu, kesiapan juga mempengaruhi hasil belajar. Siswa yang siap belajar tentunya akan siap untuk memberikan respon atau jawaban yang ada pada diri siswa dalam mencapai tujuan pengajaran tertentu.

Implikasi sifat mengenai bagaimana mengembangkan mata pelajaran yang menguntungkan pada praktik mengajar yaitu refleksi dan kritik. Dalam refleksi siswa didorong untuk mengungkapkan terhadap materi yang belum dipahami atau dikuasai. Tujuannya agar pembelajaran yang dilaksanakan bisa berlangsung efektif. Sedangkan, kritik diperlukan untuk memberikan penilaian terhadap proses pembelajaran dengan tujuan tercapainya pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad, D., Nopianti, I., Pratiwi, M., & F, K. I. (2015). Makna Belajar dan Belajar Sebagai Kebutuhan. http://bayulikids.blogspot.com/2015/05/makna-belajar-dan-belajar-sebagai.html.

Muchith, M. S. (2016). Radikalisme Dalam Dunia Pendidikan. Addin, 10(1), 163. https://doi.org/10.21043/addin.v10i1.1133.

Soeharto, K. (2010). Analisis Interpretasi Elit Pendidikan Indonesia Tentang Ideologi Pendidikan Nasional. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Universitas Negeri Malang, 17(1), 68–81.


Prodi   : Penelitian dan Evaluasi Pendidikan

Dosen  : Prof. Dr. Marsigit, M.A.

Komentar

Posting Komentar